Lagu ABG yang baik untuk mengingat pelajaran.

Tahukan lagu ABG apa yang aku maksud dalam catatan kali ini? Lagu ini yang baik untuk mengingat pelajaran, terutama pelajaran IPA.

Hal ini berawal ketika adik terkecilku belajar IPA mengenai tumbuh-tumbuhan. Salah satunya mengenai parasit. eh kok teringat lagu ini. Sekalian deh dia tak tanyain mengenai beberapa bagian di lagu ini, eh dia juga belum tahu. Ya sekalian ngajarin mengenai kata-kata itu deh...

Ini beberapa potongan lagunya,untuk tambahan silahkan ditambahi sendiri... :)

Gita Gutawa - Parasit

Petir membangunkanku 
Dari mimpi burukku 
Selama ini ku hanya terperangkap 
Dalam medan magnetmu

Baru kusadari
Kau seperti parasit
Minta ini itu kau minta padaku
Dengan semaumu

Cukup sudah ku kini mulai gerah 
Ku perlu oksigen untuk aku bernafas 
Tanpamu

Pergi kau ke ujung dunia
Dehidrasi di gurun sahara 
Hilang di segitiga bermuda
Pergi kau keluar angkasa 
Hipotermia di kutub utara 
Hilang di samudra antartika

Dan jangan kembali
Kau memang parasit

Mulanya malu-malu 
Lalu jadi benalu 
Minta ini itu kau minta padaku
Dengan semaumu

Cukup sudah ku mulai naik darah 
Ku seperti bom atom yang siap meledak
Karnamu


itu aja cuplikan lagu parasit dari Gita Gutawa, lumayan loh menambah pengetahuan umum adik kecil kita. Dari pada lagu-lagu alay yang makna dan kata-katanya kurang cocok untuk umur adik-adik kita.

Silahkan memilih lagu dengan cermat... :D

The Dream that Became True




Sejak kecil, kurang lebih kelas 3 MI(SD), aku sudah tertarik dengan yang namanya komputer. Sayangnya saat itu disekolahku siswa yang di perbolehkan masuk lab komputer adalah anak kelas 5 keatas. Aku pun menahan diri masuk lab (meski sering ngintip aktifitas di lab) sampai masuk kelas 5.

Saat kelas 5, kami hanya di jadwal satu minggu sekali untuk praktek komputer, jadwalnya pun hanya 1 jam, itu pun gantian dengan teman yang lain (maklum, sekolah swasta yang biayanya pas-pasan). Ada dua pilihan jam praktek, yaitu mulai jam 6 pagi sampai jam 7 pagi (sebelum masuk sekolah), atau setelah jam pulang sekolah (jam 12 siang sampai jam 1 siang). Aku sendiri lebih suka praktek siang, karena terkadang kita bisa molor dalam menggunakan komputer.

Saat itu kami hanya diajari mengetik dan dasar menggunakan komputer. Aku selalu datang paling awal dan keluar paling akhir, tujuanku agar aku bisa mendapat semua pengetahuan mulai dari cara menghidupkan komputer, menggunakannya sampai cara mematikan komputer. Sebenarnya sih ada tujuan lain, yaitu main game. hahaha. Dulu di komputer sekolahan kami hanya ada game dasar windows dan game Super Mario (entah siapa yang mengistalnya). Game favoritku adalah super mario, demi bermain game ini, aku berusaha mengerjakan tugas praktek dari guruku lebih cepat, tapi akhirnya aku dikenal guruku karena kecepatanku dalam mengerjakan tugas.

Guruku pun mulai mempercayaiku untuk membantu mengajari temanku yang belum mengerti (belum bisa), sehingga aku bisa masuk kedalam lab meski saat itu bukan jadwalku. Aku pun memanfaatkan itu dengan datang ke lab setiap hari, datang paling pagi dan pulang paling akhir. Dengan membatu menjelaskan penggunaan komputer ketemanku, aku pun punya jatah tambahan dalam penggunaan komputer sekolah.

Memasuki masa SMP, aku ingin masuk ke sekolah negeri. Tujuanku satu, supaya komputernya lebih keren. Tapi takdir mengatakan lain, aku telat daftar SMP, dan akhirnya kembali ke yayasan sekolah lamaku dengan status baru yaitu pelajar MTs.

Memasuki masa ini, Guruku (guru yang sama ketika MI, maklum sekolah yayasan, jadi guru dan stafnya tetap itu-itu saja, meski berbeda tingkat MI, MTs, MA) mempercayaiku untuk membantu menjaga lab komputer. Maklum guru di sekolahku terbatas, sehingga lab komputer, terkadang tidak ada yang menjaga. Kesempatan ini tidak kubuang sia-sia, aku makin disiplin dalam menjaga lab (dan menggunakan komputer, hehehe). Karena hal itu guruku juga menyuruhku untuk mengajar adik-adik tingkat bawah, dan aku pun sangat senang dapat berbagi ilmu dengan adik-adik sekolahku.

Karena banyak anak yang suka dengan cara mengajarku (yang seperti teman), guruku pun mempercayakan sepenuhnya mengenai lab komputer kepadaku (dengan pertanggungjawaban yang berat). Aku pun meyakinkan diri untuk menerimanya, dan terus mencari pengetahuan baru mengenai komputer.

Memasuki kelas 3 MTs, niatku untuk ke sekolah dengan status negeri belum pudar. Setelah lulus, aku pun mencoba mendaftar sekolah negeri nomor satu di daerahku. Saat itu guruku kurang mendukungku daftar, beliau berharap aku tetap sekolah di yayasan tersebut, sehingga aku masih bisa membantu mengajar adik-adikku nanti. Orang tuaku pun bilang tidak bisa membiayai jika aku sekolah selain di sekolah yayasan. Dan Tuhan sudah menakdirkan aku tetap sekolah MA di yayasanku, karena hasil tes tulis, menyatakan aku berada di posisi cadangan pertama di sekolah negeri itu. Aku yang merasa bodoh karena berada diposisi cadangan, langsung memutuskan untuk kembali sekolah di yayasan.

Saat aku mendaftar ke sekolah yayasan, beberapa guruku langsung menyambutku dengan senyuman lebar. Wah, aku jadi merasa tersipu. Aku pun melanjutkan tingkat MA ku di yayasan yang sama. Kalau dihitung, berarti 12 tahun aku mencari ilmu di sekolah yang berada di atas bukit ini. Aku pun makin cinta dengan sekolah yang memiliki pemandangan indah ini (karena dari lantai 2 sekolah, kita dapat melihat kota Gresik, selat madura beserta Pulau Madura). Siapa sih yang menolak pemandangan keren ini (kalau di sana ada Perguruan Tinggi Negeri, mungkin aku juga akan kuliah disana, hehehe).

Ketika MA, aku mencari teman yang dapat menemaniku mengajar adik-adik memahami penggunaan komputer. Dan aku mendapatkanya, seorang teman yang juga suka dengan komputer (meski tidak segila aku kalo urusan komputer). Selama 3 tahun Aliyah, aku pun tetap menjadi pengajar praktek komputer (pastinya dibawah arahan guru komputer). Bukan hanya itu, ketika MA, para guru juga mulai memepercayaiku untuk mengetikkan kebutuhan mereka (yang tidak berhubungan dengan nilai dan hal-hal sensitif), sehingga banyak guru yang megenalku dengan baik.

Memasuki masa perpindahan menuju bangku kuliah, aku masih ingin belajar di lembaga milik negeri. Namun karena masalah  biaya, orang tuaku tidak bisa membiayaiku, sehingga aku berani bilang, aku akan membiayai kuliahku sendiri (karena saking pinginnya kuliah). Para guruku sangat mendukung kami untuk melanjutkan belajar di perguruan tinggi. Para Guru, aku dan teman-temanku pun (yang sama-sama dari kalangan menengah kebawah), bersatu dalam mencari informasi beasiswa untuk masuk kuliah.

Kami pun menemukan beberapa beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Aku ingin mencoba semua jalur tersebut, namun karena terdapat jadwal tes yang bertabrakan, akhirnya aku mendaftar dua jalur. Sebenarnya aku tidak perduli dimana aku akan melanjutkan studiku itu, yang aku inginkan adalah mempelajari komputer lebih lanjut, dan belajar mengenai organisasi (maklum, mulai MTs sudah aktif di karang taruna, dan ketika MA sempat menjadi ketua Karang Taruna, jadi jiwa organisasi tidak bisa hilang begitu saja).

Keinginanku untuk masuk jurusan Informatika atau sejenisnya pupus, ketika beberapa guruku melarangku untuk memilih jurusan tersebut. Alasannya? karena grade untuk masuk jurusan itu memang sulit. Dengan membandingkan tingkat sekolahku dan sekolah negeri di daerahku saja sudah terlihat perbedaannya (tapi sekarang sekolahku jauh lebih maju dari pada ketika jamaku dulu). Aku pun akhirnya menuruti arahan guruku untuk mengambil jurusan matematika (karena menurut mereka nilai matematikaku lebih baik dari teman-temanku yang lain, meski sebenarnya aku tidak berminat mengambil jurusan itu).

Takdir menyatakan aku diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surabaya. Mimpiku belajar di lembaga negeri dengan beasiswa pun terpenuhi, meski aku sedikit sedih dengan jurusan yang kurang sesuai dengan minatku. Ketika proses perkenalan jurusan, ternyata di jurusanku ini ada bidang keahlian Ilmu Komputer (Yeeee). Aku jadi sangat bersyukur bisa masuk jurusan ini (meski terkadang juga merasa tertekan dengan pelajaran yang tidak berhubungan langsung dengan komputer).

Setelah beberapa tahun berlalu dengan banyak kesulitan (karena banyak matakuliah yang jauh lebih berat, tidak seperti bayanganku), aku ditawari untuk menjadi asisten dosen untuk salah satu matakuliah mengenai komputerisasi. Aku yang memiliki nilai pas-pasan pun mencoba memberanikan diri. Setelah berlalu, aku ditawari lagi untuk menjadi asisten dosen untuk tingkat D1 (meski aku mahasiswa S1), dan aku diterima.

Menjadi asisten di tingkat D1, jauh sangat menyenagkan dari pada yang aku bayangkan sebelumnya (aku membayangkan seperti ketika menjadi asisten S1). Aku pun aktif menjadi asisten kurang lebih satu tahun disana, sampai tidak terasa waktu berlalu dan sampailah aku di posisi tanggung (sudah lulus semua mata kuliah, namun skripsi masih nyantol). Karena skripsiku juga berhubungan dengan komputer, namun belum ada yang bisa membantuku, jadi aku memutuskan untuk mencari orang yang berpengalaman banyak dengan komputer.

Keputusanku untuk mencari orang untuk membantuku menyelesaikan skripsiku berubah menjadi pencarian kesempatan kerja. Kenapa? Karena aku dapat menyelesaikan skripsiku dan mendapat uang juga, hahaha. Awalnya aku tidak berharap banyak, jadi aku cuma daftar online disana sini, tanpa mengeluarkan biaya apapun (biasa, ngirit bro, hehehe). Eh, ternyata aku mendapat dua panggilan tes kerja (Nah lo...). Yang Perusahaan satu, aku merasa nyaman dan berharap diterima disana, jadi ngerjain tes tulisnya dengan jawaban sebaik-baiknya. Yang perusahaan kedua, kurang cocok, jadi ketika tes, jawabnya asal-asalan (soalnya malah nggak mau kerja disana, berharap ditolak).

Alhamdulillah, Perusahaan kedua tidak menghubungiku lagi dan Perusahaan satu meloloskanku pada tes tulis, dan masuk ke tahap selanjutnya, yaitu wawancara. Tes wawancara pun aku lolos, lanjut psikotes. Ternyata lolos juga, dan langsung diterima dan ditempatkan di Surabaya. Alhamdulillah, semua lancar.

Hari pertama kerja pun dimulai. Awalnya, deg-degan sampai bingung mau apa, tapi karena atasanku ramah, aku jadi merasa nyaman disana. Satu bulan awal, aku belajar dasar-dasar pemrograman komputer disana (maklum, yang digunakan di sini berbeda dengan apa yang ada di perkuliahan). Bulan berikutnya, aku mulai masuk dalam proyek yang sedang dikerjakan (meskipun hanya laporan-laporan sederhana yang sudah disiapkan kebutuhan datanya). Bulan ketiga, aku sudah benar-benar masuk kedalam proyek (meski masih urusan laporan-laporan, tapi datanya harus mencari sendiri).

Pada akhir bulan ketiga, aku sudah dipercaya untuk mengikuti dinas ke luar kota. Jadwal awalnya naik mobil ke Jakarta, lalu menginap di hotel di Tangerang. Tapi karena ada tawaran kerja sama dengan prospek tinggi pada tanggal yang sama, maka jadwal dirubah. Kami berangakat ke Tangerang naik pesawat untuk memaksimalkan waktu yang ada. Karena berangkat naik pesawat, maka pulang juga naik pesawat.

Keinginanku naik pesawat pun menjadi nyata, gratis pula, demi kepentingan kerja pula, kerjanya pake komputer pula. Wah, bahagia rasanya... Meski di Tanggerang jadwal padat, tapi hati terasa bahagia. Karena yang kuinginkan sejak kecil (mengotak atik isi komputer) menjadi pekerjaanku.

Tuhan sudah menakdirkan yang terbaik untuk kita, yang penting kita berusaha sebaik mungkin dan percaya pada Tuhan. Jangan lupa pula untuk bersyukur atas apapun yang terjadi pada diri kita. Jangan berburuk sangka, dan selalu berfikir positif. Semua pasti akan berjalan dengan indah.