UMR terlalu sedikit? nggak tuh...

Saat ini banyak buruh minta UMR dinaikkan. Kenapa? Karena mereka bilang gaji UMR masih belum mencukupi kebutuhan mereka. Lho kok bisa?

Mereka sadar nggak sih? Kebutuhan manusia tidak akan ada hentinya. Jika buruh minta gaji dinaikkan, maka harga barang yang dijual pabrik/perusahaan tersebut juga akan naik. Apabila harga barang naik, buruh pasti akan minta gajinya dinaikkan lagi... (jadi tidak akan ada hentinya)

Saya berharap buruh dapat menerima UMR yang sudah ditetapkan pemerintah, karena meraka pasti sudah menghitung berapa UMR yang tepat untuk masyarakat dan perusahaan. (Tolong berfikir positiflah ke pemerintah).

Saya ambil contoh UMR di Gresik 2 juta.
Pengeluaran UTAMA sebulan orang Gresik, dengan biaya Kelas Menengah
Makan 10.000/makan x 3 kali makan sehari x 30 hari = 900.000
Kos/Kontrak = 500.000
Trasportasi & Komunikasi = 400.000
Sehingga Total pengeluaran perbulan hanya 1,8 juta
Masih ada sisa 200.000 yang bisa disimpan untuk kebutuhan lainnya.
Padahal seseorang masih bisa mendapatkan makan, kos/kontrak dengan biaya lebih kecil, dan dapat mengurangi penggunaan Transportasi & Komunikasi yang tidak diperlukan, maka masih banyak sisa uang yang dapat disimpan.

Bagi yang punya anak, Untuk biaya sekolah, bukankah ada banyak bantuan dari pemerintah seperti BOS dan dari bantuan LSM lainnya, masyarakat juga dapat mengajukan beasiswa jika benar-benar merasa kekurangan.
(Jika memiliki banyak anak, itu salahnya sendiri. Pemerintah kan sudah menyuruh untuk mengikuti KB)
Jika sakit? dan merasa nggak punya uang, ikut program jamkesmas aja. beres kan?

Kalo masih merasa kebutuhannya lebih banyak, berarti mereka juga harus usaha lebih dong. Mau gaji naik? ya naikkan jabatan di tempat kerjamu dengan menambah pengetahuan dan kemampuanmu. Buktikan bahwa kamu layak untuk mendapat gaji yang besar.
Intinya: Jangan gengsi, lakukan yang terbaik, dan terimalah apa yang diberikan, serta selalu berfikir positif. :D